Cinta si nyolot dan mr. perfect part 3
Banyak yang protes, katanya part sebelumnya pendek banget. MAaf Yaaaa. kali ini juga kayaknya pendek deh.. Hiks... :'( ga punya banyak waktu sih... lagipula aku juga udah janji post hari ini... jadi buru-buru deh... maap yeeeyy. Ok langsnung aja ya.......
Ify menatap si pengendara motor itu dengan tatapan sinis.
"Urusan lo? Yang nyolot gue.. yang risih lo!" nyolot Ify kambuh (ketauan siapa si pengendara motor :p).
Rio menatap Ify tajam.
"lo yakin lo bisa nyampe rumah?" tanya Rio. Pertanyaan yang sama sekali gak dmengerti oleh Ify.
"Ya iyalah, lo pikir gue bayi?" ify nyolot mode on.
"rumah lo dimana?" sekali lagi, pertanyaan Rio ga nyambung sama jawaban Ify
"kompleks permai" jawab Ify polos.
"Lo tau gimana caranya sampe kerumah lo?" Ok. pertanyaan Rio yang satu ini betul-betu bikin Ify jengkel.
"Ya naik angkot lah! anak TK juga tau!!! Ihhhh. Gue pikir lo pinter, taunya..." jawab Ify sambil julingin mata.
" Nomor angkot berapa dari sini biar nyampe rumah lo?" (Rio kebanyakan nanya, natr Ify dapet 2M dah..) Ify tertegun denger kata-kata Rio tadi. Dia baru nyadar. DIA GA TAU GIMANA CARA DIA PULANG. Naik angkot nomor berapa, atau tururnnya harus dimana, Ify ga tau. Ify baru nyadar, dia udah 3 tahun lebih gak pernah naik yang namanya angkot. Ya iyalah... orang dia diantar jemput mulu.
"lo nggak tau kan?" tanya Rio. Ify mengangguk pelan.
'Bego amat gue, naik angkot kerumah gue sendiri ga tau!' batin Ify.
"Tadinya gue mau ngebantuin lo. Tapi berhubung sikap o ke gue kaya gitu tadi... gue rasa ga ada gunanya nolong orang kaya lo.." ucapan Rio terdengar begitu pedas. Rio memakai Helmnya lagi dan Menstarter motornya lagi.
"Rio, aduh, tolongin gue kek. Rioooooooooo" panggil Ify. Tapi percuma. Rio udah jauh. Ify mengumpat dalam hati. Sumpah dia keki banget sama si Rio rese itu. Bayangin deh, dia ninggalin Ify, buat kedua kalinya! catet! DUA KALI. Kemarin dan hari ini. Ify meratapi nasibnya yang sungguh malang itu.
Sementara itu, Rio sendiri merasa gak enak ninggalin Ify. Dalam hati kecilnya, dia pengen banget nganterin Ify, ato seenggaknya, bantuin tuh cewek. Tapi ga tau kenapa, dia nggak bisa ngelakuin itu. Dan entah kenapa juga, dia begitu suka ekspresi cewek itu kalo lagi marah. Ekspresi Ify, menurut Rio sangat ucu. Rio nggak pernah ditatap sama cewek secara sinis. Baru kali ini. dan itu langsung menarik perhatian Rio.
Ify terpaku menatap jalanan. Motor Rio gak keliatan lagi. Rio betul-btul Ninggalin dia! Tiba-tiba pundaknya ditepuk seseorang. Ify berbalik. kak Gabriel! Kak Gabriel tersenyum ke Ify.
"Belom pulang?" tanya kak Gabriel ramah. Ify menggeleng.
"Belom,.,,, ga tau jalan pulang..." jawab Ify lemah. Gabriel menaikan alis.
"kok bisa?" tanya gabriel lagi.
"Aku kan biasanya dijemput, tapi tadi sopir aku ngasih tau aku, kalau mobil lagi mogok. Aku disuruh naik angkot. Masalahnya, aku lupa naik angkot kerumah aku tuh gimana..." jawab Ify. Kak gabriel ketawa sambil geleng-geleng.
"kamu ada-ada aja deh Fy. Kok bisa? Ya udah, mau aku anterin nggak?" tawar Gabriel. Ify melongo. What? Kak gabriel mau nganterin dia? kayaknya ga perlu mikir dua kai deh, Ify mauuu banget!! Gak nyangka banget deh...
"Fy? Mau nggak?" tanya Kak Gabriel lagi. Ify mengangguk.
"Ya udah, aku ambil motor aku duu" ucap Kak Ielsambil berjalan masuk ke sekolah lagi. Ify termenung. Sadar ato nggak.Setiap kali Rio ninggalin dia, Kak Gabriel yang selalu bantuin dia, ada buat dia. Ify menelan ludah. kak Gabriel sama Rio... perbedaan yang jauh banget buat Ify. Kak Gabriel adalah seorang "hero" buat Ify. Tapi Rio? "musibah" buat Ify. Orang yang bisa bikin Ify meledak-ledak.
Ify kemudian tersenyum. Nggak apa-apa lah buat Ify. Toh, karna Rio, dia kenal Kak Iel. Dan sekarang? Dia bakalan dianter Kak Gabriel pulang. Ify senengnya bukan kepalang. Coba kalo tadi Rio yangnganterin gue pulang? pasti gue makan ati. Kalo Dia ngasih tau gue gimana cara pulang, pasti gue masih bingung-bingung dulu... Untung, Rio ninggalin dia. jadinya, dia bisa pulang sama Kak iel.* * *"mampir dulu kak?" tawar Ify ke Kak Gabriel, begitu Ify turun dari motor.
"Ng, Nggak usah deh Fy, gue langsung aja" tolak Iel.
"Ohhh. Ya udah makasih ya kak!" ucap Ify sambil tersenyum manis. Gabriel mengngguk.
"see You tomorrow!" ucap Kak iel sambil melambai kemudian berlalu.
Begitu Kak gabriel gak keliatan lagi.Ify jingkrak-jingkrak. Kaya orang gila. Pas mau masuk ke rumah, dia ngeliat adiknya, Ozy, agi ngeliatin dia dengan tatapan tajam. Ify menaikan alis.
"napa lo Zy?Muke lo kayak mau nen orang.." ucap Ify heran ngeiat adiknya.
"Dianter sama siapa tuh?" tanya Ozy penuh selidik.
"Kakak kelas....." jawab Ify sambil tersenyum.
"Trus? kok lo jingkrak-jingkrak gitu?"tanya Ozy lagi.
"Anak kecil ga boleh tau!" jawab Ify sambil menoyor kepala adiknya, kemudian masuk ke rumah. OZy bercakak pinggang.
"jangan-jangan..... itu pacar Kak Ify??" ucap Ozy. OZy mengepalkan tangannya.
"Awas aja kalo ngerebut Kak Ify dari aku!" ucap Ozy gak jelas, sambil masuk ke rumah.* * *"Ozy, kok makananya dipelototin aja?" tanya Mama Izy (ify-Ozy). Sambi menatap anaknya yang sama sekali nggak menyentuh piring dimakanannya. Malahan ngelamun aja. OZy nggak menyahut. Diem aja.
"Ozy!" panggil Ify sambil mendorong lengan adiknya.
"Heh? Hoh? em? Napa lo?" tanya Ozy. Ify dan mama mereka cuma geleng-geleng.
"Kamu ini Zy, mikirin apa sih?? Di meja makan kok ngelamun?" tanya mamanya.
"Lo lagi nyari bahan lawakan baru ya Zy? Tumben mati ide!" ledek Ify. Ozy manyun.
"Tau ah.." jawab Ozy. Dia kemudian berdiri.
"lha? mau kemana kamu Zy?" tanya ibunya.
"Mau kekamar ma.." jawab Ozy
"Nggak makan?" tanya mamanya lagi.Ozy hanya menggeleng. Kemudian melangkah gontai kekemarnya.Mama Izy berbalik ke Ify.
"Adek kamu kenpa?" tanya mamanya. Ify menggeleng.
"tau tuh, dari tadi sore mukanya gak ada bagus-bagusnya." jawab Ify sambil melanjutkan makannya.* * *OZy termenung dikamarnya. Mikirin kejadian tadi sore. Dia nggak rela. betul-betul nggak rela kal kakaknya punya pacar! Kenapa? Dari kecil, Ozy hanya deket sama Ify. Meskipun mereka lebih banyak berantem daripada baikan. Ozy ga begitu dket sama mamanya. Karna Mamanya seorang wanita karier. Semenjak Papa mereka meninggal beberapa tahun lalu. Mama bekerja keras untuk menghidupi mereka. Mamanya biasa hanya ada pada saat-saat tertentu. Bahkan pernah mamanya pergi lebih dari sebulan. utuk kerja.
Ify. Kakaknya, adalah orang yang paling dekat degan OZy, mereka selalu berbagi, meskipun keliatannya mereka hanya selalu berantem, saling ngejailin. Tapi, bagi Ozy, Ify adalah saudara yang selalu ada buat Ozy.
Saat Ozy masih kecil dulu, Ify yang selalu ngejagain Ify. Ify yang ngebuat Ozy ngerti, bahwa mama mereka sibuk untuk mereka berdua. Ify juga yang selalu ngebantuin Ozy buat ngerjainn PR, Pokoknya, dari kecil, Ozy gak pernah lebih dekat sama siapa pun, kecuali Ify.
Dan sekarang, hal yang palig Ozy takutkan yaitu, jika Ify punya pacar, Ify bakalan lebih sibuk sama pacarnya. Dan lupa sama Ozy. Jadi gak suka berantem lagi sama Ozy, jadi gak suka main bareng Ozy lagi. Hal Yang paling Ozy takutkan... Dia bakaln kehilangan kakaknya.... kasih sayang kakak yang selalu ada buat dia.
* * *Ify masuk kekamar adiknya. Dia melihat adiknya yang lagi ngelamun di balkon.hal yang jarang banget dia liat adalah, adiknya yang sarap itu ngelamun.
"Dorrrrrrr" Ify mengaggetkan OZy. Ozy gak kaget. Dia cuma berbalik dan ngeliat Ify dengan tatapan kosong.
"napa lo Zy?" tanya Ify. Ga ada jawaban Ozy tetep diam. Ify geleg-geleg.
"Ckckck lo Zy, gara-gara gak ada bahan lawakan lo jadi stres gitu ya? Ntar kalo lo jadi artis gak dapet job, pasti lo bakalan gila deh.." cerocos Ify sok tau. Ozy gak ngomong apa-apa, dia masuk ke kamarnya dan duduk dipinggir tempat tidur.
"Hoyyyy Muhamad Fauzi Adriansyahhhhh Gue Alyssa Saufika kakak lo yang paling cantik lahir batin dari tadi ngomong sama eloooooooo. Kok dikacangin????" ify nyerocos lagi. OZy tetep diam. Ify menghela napas.
"Zy, lo lagi ada masalah? lo crita dong sama gue! Gue kan kakak lo.." suara Ify melembut. OZy mendongak. kemudian menggelng.
"Nggak. Nggak apa-apa." jawab OZy pendek. Ify manyun.
"Trus lo kenapa dong? Lo marah sama gue, mama, ato Dedev?" tanya Ify lagi. Ozy hanya diam.
Akhirnya mereka berdua diem-dieman selama hampir 20 menit.
"Ya udah. Kalo gak mau cerita. Gue tidur dulu yaa" Pamit Ify sambil melangkah keluar dari kamar Ozy. * * *Ify turun dari mobilnya. Melangkah memasuki sekolahnya. Dia tersenyum begitu melihat lapangan depan. jadi inget kejadian pas dia ditabrak sama Rio rese itu, dan diselamatin sama Kak Iel. Hehehe, bukan diselamatin sih, tapi dibantuin. Disitu juga pertama kali dia ketemu cowok cakep tapi rese, siapa lagi kalo bukan Rio. Dan juga tempat dia pertama kali ketemu Kak Iel. Yang udah 2 kali jadi "hero" nya.
Ify menatap lurus kedepan. Tiba-tiba, dia ngeliat sosok yang sanagt dia kenl berdiri membelakanginya. Yup! Rio. Ify berhenti sejenak. Mencoba ngebuat jarak antara dia dan Rio. Rio yang emang ga nyadar, jalan aja terus, pas lewat kelas 1-4, dia dicegat 3 cewek centil.
"Pagi Rioooooo" sapa cewek-cewek itu denagn gaya yang sangat........... centil. Rio gak memperdulikan mereka. Dia terus berjalan. Tapi jalannya dihalngin sama tuh 3 cwek centil.
"Duh,,,, Rio, kamu kok buru-buru amat sih.... kita kan masih mau ngobrol-ngobrol bareng kamu.." ucap salah satu cewek itu dengan centil, 2 cewek lainnya juga mengiyakan. Rio menatap mereka dengan tatapan gak suka, tapi kayaknya tuh 3 cewek gak peduli.
"Duh, lepesin gue!" bentak Rio.
"Kamu galak banget sih.." rajuk salah satu cewek. Ify gak bisa nahan tawanya. Akhirnya, Ify ketawa, ngakak, banget. Rio berbalik. Ify menutup mulutnya, tapi gak bisa nahan ketawanya.
Dia kemudian berjalan disamping Rio dan 3 cewek itu.
"Lagi asik ya??" Goda Ify. Rio mengumpat.
"Gue duluan yahhh, Byeee" Ify kemudian berjalan. meninggalkan Rio, yang sibuk ngusir 3 cewek centil itu.
'Rasain! Karma tuh! gara-gara ninggalin gue kemarin hehehe' batin Ify senang
* * *
Ify menatap si pengendara motor itu dengan tatapan sinis.
"Urusan lo? Yang nyolot gue.. yang risih lo!" nyolot Ify kambuh (ketauan siapa si pengendara motor :p).
Rio menatap Ify tajam.
"lo yakin lo bisa nyampe rumah?" tanya Rio. Pertanyaan yang sama sekali gak dmengerti oleh Ify.
"Ya iyalah, lo pikir gue bayi?" ify nyolot mode on.
"rumah lo dimana?" sekali lagi, pertanyaan Rio ga nyambung sama jawaban Ify
"kompleks permai" jawab Ify polos.
"Lo tau gimana caranya sampe kerumah lo?" Ok. pertanyaan Rio yang satu ini betul-betu bikin Ify jengkel.
"Ya naik angkot lah! anak TK juga tau!!! Ihhhh. Gue pikir lo pinter, taunya..." jawab Ify sambil julingin mata.
" Nomor angkot berapa dari sini biar nyampe rumah lo?" (Rio kebanyakan nanya, natr Ify dapet 2M dah..) Ify tertegun denger kata-kata Rio tadi. Dia baru nyadar. DIA GA TAU GIMANA CARA DIA PULANG. Naik angkot nomor berapa, atau tururnnya harus dimana, Ify ga tau. Ify baru nyadar, dia udah 3 tahun lebih gak pernah naik yang namanya angkot. Ya iyalah... orang dia diantar jemput mulu.
"lo nggak tau kan?" tanya Rio. Ify mengangguk pelan.
'Bego amat gue, naik angkot kerumah gue sendiri ga tau!' batin Ify.
"Tadinya gue mau ngebantuin lo. Tapi berhubung sikap o ke gue kaya gitu tadi... gue rasa ga ada gunanya nolong orang kaya lo.." ucapan Rio terdengar begitu pedas. Rio memakai Helmnya lagi dan Menstarter motornya lagi.
"Rio, aduh, tolongin gue kek. Rioooooooooo" panggil Ify. Tapi percuma. Rio udah jauh. Ify mengumpat dalam hati. Sumpah dia keki banget sama si Rio rese itu. Bayangin deh, dia ninggalin Ify, buat kedua kalinya! catet! DUA KALI. Kemarin dan hari ini. Ify meratapi nasibnya yang sungguh malang itu.
Sementara itu, Rio sendiri merasa gak enak ninggalin Ify. Dalam hati kecilnya, dia pengen banget nganterin Ify, ato seenggaknya, bantuin tuh cewek. Tapi ga tau kenapa, dia nggak bisa ngelakuin itu. Dan entah kenapa juga, dia begitu suka ekspresi cewek itu kalo lagi marah. Ekspresi Ify, menurut Rio sangat ucu. Rio nggak pernah ditatap sama cewek secara sinis. Baru kali ini. dan itu langsung menarik perhatian Rio.
Ify terpaku menatap jalanan. Motor Rio gak keliatan lagi. Rio betul-btul Ninggalin dia! Tiba-tiba pundaknya ditepuk seseorang. Ify berbalik. kak Gabriel! Kak Gabriel tersenyum ke Ify.
"Belom pulang?" tanya kak Gabriel ramah. Ify menggeleng.
"Belom,.,,, ga tau jalan pulang..." jawab Ify lemah. Gabriel menaikan alis.
"kok bisa?" tanya gabriel lagi.
"Aku kan biasanya dijemput, tapi tadi sopir aku ngasih tau aku, kalau mobil lagi mogok. Aku disuruh naik angkot. Masalahnya, aku lupa naik angkot kerumah aku tuh gimana..." jawab Ify. Kak gabriel ketawa sambil geleng-geleng.
"kamu ada-ada aja deh Fy. Kok bisa? Ya udah, mau aku anterin nggak?" tawar Gabriel. Ify melongo. What? Kak gabriel mau nganterin dia? kayaknya ga perlu mikir dua kai deh, Ify mauuu banget!! Gak nyangka banget deh...
"Fy? Mau nggak?" tanya Kak Gabriel lagi. Ify mengangguk.
"Ya udah, aku ambil motor aku duu" ucap Kak Ielsambil berjalan masuk ke sekolah lagi. Ify termenung. Sadar ato nggak.Setiap kali Rio ninggalin dia, Kak Gabriel yang selalu bantuin dia, ada buat dia. Ify menelan ludah. kak Gabriel sama Rio... perbedaan yang jauh banget buat Ify. Kak Gabriel adalah seorang "hero" buat Ify. Tapi Rio? "musibah" buat Ify. Orang yang bisa bikin Ify meledak-ledak.
Ify kemudian tersenyum. Nggak apa-apa lah buat Ify. Toh, karna Rio, dia kenal Kak Iel. Dan sekarang? Dia bakalan dianter Kak Gabriel pulang. Ify senengnya bukan kepalang. Coba kalo tadi Rio yangnganterin gue pulang? pasti gue makan ati. Kalo Dia ngasih tau gue gimana cara pulang, pasti gue masih bingung-bingung dulu... Untung, Rio ninggalin dia. jadinya, dia bisa pulang sama Kak iel.* * *"mampir dulu kak?" tawar Ify ke Kak Gabriel, begitu Ify turun dari motor.
"Ng, Nggak usah deh Fy, gue langsung aja" tolak Iel.
"Ohhh. Ya udah makasih ya kak!" ucap Ify sambil tersenyum manis. Gabriel mengngguk.
"see You tomorrow!" ucap Kak iel sambil melambai kemudian berlalu.
Begitu Kak gabriel gak keliatan lagi.Ify jingkrak-jingkrak. Kaya orang gila. Pas mau masuk ke rumah, dia ngeliat adiknya, Ozy, agi ngeliatin dia dengan tatapan tajam. Ify menaikan alis.
"napa lo Zy?Muke lo kayak mau nen orang.." ucap Ify heran ngeiat adiknya.
"Dianter sama siapa tuh?" tanya Ozy penuh selidik.
"Kakak kelas....." jawab Ify sambil tersenyum.
"Trus? kok lo jingkrak-jingkrak gitu?"tanya Ozy lagi.
"Anak kecil ga boleh tau!" jawab Ify sambil menoyor kepala adiknya, kemudian masuk ke rumah. OZy bercakak pinggang.
"jangan-jangan..... itu pacar Kak Ify??" ucap Ozy. OZy mengepalkan tangannya.
"Awas aja kalo ngerebut Kak Ify dari aku!" ucap Ozy gak jelas, sambil masuk ke rumah.* * *"Ozy, kok makananya dipelototin aja?" tanya Mama Izy (ify-Ozy). Sambi menatap anaknya yang sama sekali nggak menyentuh piring dimakanannya. Malahan ngelamun aja. OZy nggak menyahut. Diem aja.
"Ozy!" panggil Ify sambil mendorong lengan adiknya.
"Heh? Hoh? em? Napa lo?" tanya Ozy. Ify dan mama mereka cuma geleng-geleng.
"Kamu ini Zy, mikirin apa sih?? Di meja makan kok ngelamun?" tanya mamanya.
"Lo lagi nyari bahan lawakan baru ya Zy? Tumben mati ide!" ledek Ify. Ozy manyun.
"Tau ah.." jawab Ozy. Dia kemudian berdiri.
"lha? mau kemana kamu Zy?" tanya ibunya.
"Mau kekamar ma.." jawab Ozy
"Nggak makan?" tanya mamanya lagi.Ozy hanya menggeleng. Kemudian melangkah gontai kekemarnya.Mama Izy berbalik ke Ify.
"Adek kamu kenpa?" tanya mamanya. Ify menggeleng.
"tau tuh, dari tadi sore mukanya gak ada bagus-bagusnya." jawab Ify sambil melanjutkan makannya.* * *OZy termenung dikamarnya. Mikirin kejadian tadi sore. Dia nggak rela. betul-betul nggak rela kal kakaknya punya pacar! Kenapa? Dari kecil, Ozy hanya deket sama Ify. Meskipun mereka lebih banyak berantem daripada baikan. Ozy ga begitu dket sama mamanya. Karna Mamanya seorang wanita karier. Semenjak Papa mereka meninggal beberapa tahun lalu. Mama bekerja keras untuk menghidupi mereka. Mamanya biasa hanya ada pada saat-saat tertentu. Bahkan pernah mamanya pergi lebih dari sebulan. utuk kerja.
Ify. Kakaknya, adalah orang yang paling dekat degan OZy, mereka selalu berbagi, meskipun keliatannya mereka hanya selalu berantem, saling ngejailin. Tapi, bagi Ozy, Ify adalah saudara yang selalu ada buat Ozy.
Saat Ozy masih kecil dulu, Ify yang selalu ngejagain Ify. Ify yang ngebuat Ozy ngerti, bahwa mama mereka sibuk untuk mereka berdua. Ify juga yang selalu ngebantuin Ozy buat ngerjainn PR, Pokoknya, dari kecil, Ozy gak pernah lebih dekat sama siapa pun, kecuali Ify.
Dan sekarang, hal yang palig Ozy takutkan yaitu, jika Ify punya pacar, Ify bakalan lebih sibuk sama pacarnya. Dan lupa sama Ozy. Jadi gak suka berantem lagi sama Ozy, jadi gak suka main bareng Ozy lagi. Hal Yang paling Ozy takutkan... Dia bakaln kehilangan kakaknya.... kasih sayang kakak yang selalu ada buat dia.
* * *Ify masuk kekamar adiknya. Dia melihat adiknya yang lagi ngelamun di balkon.hal yang jarang banget dia liat adalah, adiknya yang sarap itu ngelamun.
"Dorrrrrrr" Ify mengaggetkan OZy. Ozy gak kaget. Dia cuma berbalik dan ngeliat Ify dengan tatapan kosong.
"napa lo Zy?" tanya Ify. Ga ada jawaban Ozy tetep diam. Ify geleg-geleg.
"Ckckck lo Zy, gara-gara gak ada bahan lawakan lo jadi stres gitu ya? Ntar kalo lo jadi artis gak dapet job, pasti lo bakalan gila deh.." cerocos Ify sok tau. Ozy gak ngomong apa-apa, dia masuk ke kamarnya dan duduk dipinggir tempat tidur.
"Hoyyyy Muhamad Fauzi Adriansyahhhhh Gue Alyssa Saufika kakak lo yang paling cantik lahir batin dari tadi ngomong sama eloooooooo. Kok dikacangin????" ify nyerocos lagi. OZy tetep diam. Ify menghela napas.
"Zy, lo lagi ada masalah? lo crita dong sama gue! Gue kan kakak lo.." suara Ify melembut. OZy mendongak. kemudian menggelng.
"Nggak. Nggak apa-apa." jawab OZy pendek. Ify manyun.
"Trus lo kenapa dong? Lo marah sama gue, mama, ato Dedev?" tanya Ify lagi. Ozy hanya diam.
Akhirnya mereka berdua diem-dieman selama hampir 20 menit.
"Ya udah. Kalo gak mau cerita. Gue tidur dulu yaa" Pamit Ify sambil melangkah keluar dari kamar Ozy. * * *Ify turun dari mobilnya. Melangkah memasuki sekolahnya. Dia tersenyum begitu melihat lapangan depan. jadi inget kejadian pas dia ditabrak sama Rio rese itu, dan diselamatin sama Kak Iel. Hehehe, bukan diselamatin sih, tapi dibantuin. Disitu juga pertama kali dia ketemu cowok cakep tapi rese, siapa lagi kalo bukan Rio. Dan juga tempat dia pertama kali ketemu Kak Iel. Yang udah 2 kali jadi "hero" nya.
Ify menatap lurus kedepan. Tiba-tiba, dia ngeliat sosok yang sanagt dia kenl berdiri membelakanginya. Yup! Rio. Ify berhenti sejenak. Mencoba ngebuat jarak antara dia dan Rio. Rio yang emang ga nyadar, jalan aja terus, pas lewat kelas 1-4, dia dicegat 3 cewek centil.
"Pagi Rioooooo" sapa cewek-cewek itu denagn gaya yang sangat........... centil. Rio gak memperdulikan mereka. Dia terus berjalan. Tapi jalannya dihalngin sama tuh 3 cwek centil.
"Duh,,,, Rio, kamu kok buru-buru amat sih.... kita kan masih mau ngobrol-ngobrol bareng kamu.." ucap salah satu cewek itu dengan centil, 2 cewek lainnya juga mengiyakan. Rio menatap mereka dengan tatapan gak suka, tapi kayaknya tuh 3 cewek gak peduli.
"Duh, lepesin gue!" bentak Rio.
"Kamu galak banget sih.." rajuk salah satu cewek. Ify gak bisa nahan tawanya. Akhirnya, Ify ketawa, ngakak, banget. Rio berbalik. Ify menutup mulutnya, tapi gak bisa nahan ketawanya.
Dia kemudian berjalan disamping Rio dan 3 cewek itu.
"Lagi asik ya??" Goda Ify. Rio mengumpat.
"Gue duluan yahhh, Byeee" Ify kemudian berjalan. meninggalkan Rio, yang sibuk ngusir 3 cewek centil itu.
'Rasain! Karma tuh! gara-gara ninggalin gue kemarin hehehe' batin Ify senang
* * *
Hari ini, pelajaran pertama kelas Ify, olahraga. Pelajaran yang paling dibenci Ify. Gimana gak benci coba, Ify kan emang gak bisa satu pun cabang olahraga. Ify cuma suka ngeliat orang lain, yang jago olahraga. Kayak Kak Iel gitu, heheheh.
Ify melangkah gontai ke lapangan. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.
"gak semangat amat lo Fy?" tegor Agni. Ify mengangguk.
"Gue bego Olahraga Ni" akuIfy. Agni tertawa. Puas banget ketawanya. Sampe Ify heran sendiri.
"Lo kok ketawanya kaya gitu?" tanya Ify heran.
"Ya iya lah Fy... Gila, badan lo kan tinggi gitu, ebih tinggi dari gue, postur tubuh lo meyakinkan banget,,,, gue pikir lo tuh atlit gitu... eh, taunya.." agni ketawa puas. Ify geleng-geleng.
"Faktor genetik Ni..." bela Ify. (nah? faktor genetik? Kok OZy kecil gitu?? -__-).
Untungnya, hari ini, hari bebas, semua boleh main olahraga kesukaannya. Berhubung ga ada yang ari. Ify lebih milih duduk dipinggir lapangan. merhatiin temen-temennya.
Agni, Cakka, Nova, Alvin, Rio, dan Oliv main Basket 3 on 3, Ray, Obiet sama Sivia Oik main blutangkis. yang duduk di pinggir lapangan yah... siapa agi kalo bukan Ify. Ify pikir, si Oik juga sama aja kaya dia, ga bisa Oahraga, eh taunya... Smash dia lumayan keras juga...
Olivia juga, kecil-kecil gitu, main basketnya lumayan. Dia jadi inget komentar agni tadi... Uhhh. Malu-maluin banget kan?? Badan aja yang ok. tapi ga bisa olahraga. Cih,, payah...
Lagi asyik-asyiknya ngelmun, Ify ga nyadar kalo bolabasket yang lagi dimainin sama temen-temennya menuju dia. Dan...
"Bughgghh" Bola basket itu ngenajidat Ify. Sesaat pandangan Ify kabur. Dan setelah itu gelap sama sekali.
Ify pingsan!
"apaan?" tanya Ify ga ngerti. Rio melotot ke Cakka. Alarm buat ga ngasih tau. Cakka cuma cengengesan.
Bukan Cakka doang sih, semua yang ada disitu mulai senyam-senyum. Kecuali ALvin. (ya iyalah... Alvin kan limbad O_o). Ify yang ga ngerti, cuma masang wajah penuh tanda tanya.
Ify melangkah gontai ke lapangan. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.
"gak semangat amat lo Fy?" tegor Agni. Ify mengangguk.
"Gue bego Olahraga Ni" akuIfy. Agni tertawa. Puas banget ketawanya. Sampe Ify heran sendiri.
"Lo kok ketawanya kaya gitu?" tanya Ify heran.
"Ya iya lah Fy... Gila, badan lo kan tinggi gitu, ebih tinggi dari gue, postur tubuh lo meyakinkan banget,,,, gue pikir lo tuh atlit gitu... eh, taunya.." agni ketawa puas. Ify geleng-geleng.
"Faktor genetik Ni..." bela Ify. (nah? faktor genetik? Kok OZy kecil gitu?? -__-).
Untungnya, hari ini, hari bebas, semua boleh main olahraga kesukaannya. Berhubung ga ada yang ari. Ify lebih milih duduk dipinggir lapangan. merhatiin temen-temennya.
Agni, Cakka, Nova, Alvin, Rio, dan Oliv main Basket 3 on 3, Ray, Obiet sama Sivia Oik main blutangkis. yang duduk di pinggir lapangan yah... siapa agi kalo bukan Ify. Ify pikir, si Oik juga sama aja kaya dia, ga bisa Oahraga, eh taunya... Smash dia lumayan keras juga...
Olivia juga, kecil-kecil gitu, main basketnya lumayan. Dia jadi inget komentar agni tadi... Uhhh. Malu-maluin banget kan?? Badan aja yang ok. tapi ga bisa olahraga. Cih,, payah...
Lagi asyik-asyiknya ngelmun, Ify ga nyadar kalo bolabasket yang lagi dimainin sama temen-temennya menuju dia. Dan...
"Bughgghh" Bola basket itu ngenajidat Ify. Sesaat pandangan Ify kabur. Dan setelah itu gelap sama sekali.
Ify pingsan!
* * *
"lagipula, yang tadi........." belom sempat Cakka ngelanjutin kata-katanya. Mulutnya udah dibekap sama Rio.Ify berusaha membuka matanya. Disekkelilingnya berwarna putih. Korden putih, sprei putih... yang pasti bukan dikamar Ify. Kamar Ify kan serba biru... Ify merasakan kepalanya pusing banget.... kayak habis ditimpuk....
Aaaa Ify inget. Tadi dia kena bola. Bukan Bola Biasa (BBB). Tuh Bola basket.. yang gedenya... beratnya... amit-amit... Ify mencoba bangun. duduk ditempat tidurnya.
"Fy.. lo udah sadar?" Via tampak khawatir banget.Ify mengangguk.
"iya, masa gue belom nyadar.. hehehe" Ify mencoba tersenyum. Ify mengedarkan pandangannya
.'Di UKS' batin Ify. Tiba-tiba, pintu UKS ternbuka, Cakka, Ray, Agni, Nova, Olivia, Alvin dan Rio masuk keruangan (banyak amat..).
"Ify? Lo udah sadar? Lo nggak apa-apa kan?" tanya Ray. Kayaknya dia yang paling heboh... padahal Ify yakin, bukan dia yang ngebuat Ify kayak gini. Ify menggelng.
"Lebay lo ahh.." ucap Ify.
"Mending lebay, daripada alay" ucap Ray. Ify tersenyum.
"Ngomong-ngomong, siapa nih, yang ngenain gue bola?" tanya Ify. Mereka semua diem. Ga ada yang ngejawab. Tiba-tiba...
"Gue, pas gue shoot block, ga sengaja kelempar ke pinggir lapangan..." jawab Rio. Ify menaikan alis.
"Lo lagi.. lo lagi... gue salah apa sih sama lo? sampe-sampe kayaknya lodendam sama gue??" tanya Ify sambil geleng-geleng.vRio nggak ngejawab.
"Gue gak sengaja..." ucap rio akhirnya.
"Oh ya?" Ify gak percaya.
"Betulan kok Fy, tadi Rio gak sengaja, emang kebetuan, Rio shoot bocknya agak miring.. makanya mengarah ke lo...." bela Nova. Ify mengangguk.
"Ya udah..." Ify juga maes memperpanjang masalah. Kepalanya puyeng banget.
Aaaa Ify inget. Tadi dia kena bola. Bukan Bola Biasa (BBB). Tuh Bola basket.. yang gedenya... beratnya... amit-amit... Ify mencoba bangun. duduk ditempat tidurnya.
"Fy.. lo udah sadar?" Via tampak khawatir banget.Ify mengangguk.
"iya, masa gue belom nyadar.. hehehe" Ify mencoba tersenyum. Ify mengedarkan pandangannya
.'Di UKS' batin Ify. Tiba-tiba, pintu UKS ternbuka, Cakka, Ray, Agni, Nova, Olivia, Alvin dan Rio masuk keruangan (banyak amat..).
"Ify? Lo udah sadar? Lo nggak apa-apa kan?" tanya Ray. Kayaknya dia yang paling heboh... padahal Ify yakin, bukan dia yang ngebuat Ify kayak gini. Ify menggelng.
"Lebay lo ahh.." ucap Ify.
"Mending lebay, daripada alay" ucap Ray. Ify tersenyum.
"Ngomong-ngomong, siapa nih, yang ngenain gue bola?" tanya Ify. Mereka semua diem. Ga ada yang ngejawab. Tiba-tiba...
"Gue, pas gue shoot block, ga sengaja kelempar ke pinggir lapangan..." jawab Rio. Ify menaikan alis.
"Lo lagi.. lo lagi... gue salah apa sih sama lo? sampe-sampe kayaknya lodendam sama gue??" tanya Ify sambil geleng-geleng.vRio nggak ngejawab.
"Gue gak sengaja..." ucap rio akhirnya.
"Oh ya?" Ify gak percaya.
"Betulan kok Fy, tadi Rio gak sengaja, emang kebetuan, Rio shoot bocknya agak miring.. makanya mengarah ke lo...." bela Nova. Ify mengangguk.
"Ya udah..." Ify juga maes memperpanjang masalah. Kepalanya puyeng banget.
"apaan?" tanya Ify ga ngerti. Rio melotot ke Cakka. Alarm buat ga ngasih tau. Cakka cuma cengengesan.
Bukan Cakka doang sih, semua yang ada disitu mulai senyam-senyum. Kecuali ALvin. (ya iyalah... Alvin kan limbad O_o). Ify yang ga ngerti, cuma masang wajah penuh tanda tanya.
* * *
Hmmm, kita main tebak-tebakan lagi yukkk
Kira-kira apa yang trjadi sama Ify dan Rio??
Yang bisa nebak, dipeluk sama Rio!! hehehe Nggak kok..
Sekian dulu yah
Maaf kalo pendek n jelek
Sankyuu
=Chiia=
Hmmm, kita main tebak-tebakan lagi yukkk
Kira-kira apa yang trjadi sama Ify dan Rio??
Yang bisa nebak, dipeluk sama Rio!! hehehe Nggak kok..
Sekian dulu yah
Maaf kalo pendek n jelek
Sankyuu
=Chiia=
kak chia, cerita kakak aku taro di blog ku yaaa!






0 Response to "Cinta si nyolot dan mr. perfect part 3"
Posting Komentar